Tak Apa, Tak Mengapa

Ketika dunia remajamu diserang pandemi, engkau terkurung tak bergeming. Orang yang mengkuatirkanmu mulai risau dengan kebutuhan hidup rohanimu. Dengan setengah kekuatan yang sudah lama tergerogoti ancaman pandemi kita mulai walau hanya dari sebuah alat yang bernama laptop atau HP mencoba berbagai aplikasi online.

Belajar dengan dia dan Dia, Diajari oleh dia dan Dia, Disahkan oleh dia dan Dia engkau dan kalianpun bertumbuh, bertambah dan berdampak. Bertumbuh dalam tahu, bertambah dalam rasa, berdampak bagi diri orang tua dan teman. Tapi mungkin dia dan Dia, entah, mereka mungkin dalam sepi mengamati dari jauh. Namun senyum bahagia memancar dari keriputnya dan dengan lirih berkata "kalian hebat sekarang, kalian sudah mandiri, tak apa bila lupa, tak apa asal kalian terus maju, pun bila akhirnya tak pernah ingat apalagi menyapa, atau sekedar duduk bersama, tak apa, akan terus berlanjut menyapa dan mencari mereka yang masih perlu, walau nanti setelah hebat dan banyak tahu, tanpa sungkanpun berlalu. Tak apa, sungguh tak mengapa.

Ttd

Mereka yang selalu ingat namun sering ditinggal dan dilupa

Serta punya kata sakti "tak apa, tak mengapa".

Komentar

Postingan Populer